Untuk Memperoleh Kebebasan, Berhentilah Mengabaikan Hal Ini

Written by
Benjamin Hardy

Untuk Memperoleh Kebebasan, Berhentilah Mengabaikan Hal Ini

Written by
Benjamin Hardy

Untuk Memperoleh Kebebasan, Berhentilah Mengabaikan Hal Ini

Written by
Benjamin Hardy


Pikiran Anda menuntut Anda untuk menata hidup Anda.

Emosi Anda menuntut Anda untuk menyeimbangkan hidup Anda.

Namun ternyata tuntutan itu membuat Anda diam dan tidak bergerak sama sekali.

Anda tidak bisa bebas jika Anda mengabaikannya.

Anda tidak bisa bebas kecuali Anda berani untuk melangkah keluar.

Jika Anda tidak ingin melangkah maka Anda hanya akan terkurung. Anda hanya akan menjadi budak dari tuntutan hidup.

Anda menjadi budak dari emosi Anda.

Anda menjadi budak dari cerita hidup Anda.

Anda adalah budak dari pola pikir Anda sendiri.

Takut akan Kehilangan Kesadaran oleh 5-7X

Dalam bukunya yang berjudul, Thinking Fast And Slow, Danny Kahneman menggunakan teori kemungkinan untuk menjelaskan bahwa manusia lebih takut kehilangan daripada mencoba mendapatkan sesuatu.

Dalam buku dan risetnya, Kahneman mengamati tindakan bahwa perspektif manusia biasanya memiliki rasa takut berlebihan akan kehilangan sesuatu.

Namun, itu saja yang ia laporkan dalam penelitiannya karena dia sadar pekerjannya harus lebih diteliti lagi. Dalam hal yang lebih spesifik, dikatakannya bahwa manusia menunjukkan kekhawatiran yang berlebihan akan rasa kehilangan.


Ada seorang wanita yang saya kenal sangat menyukai pekerjaannya. Padahal dia tidak perlu sampai seperti itu. Tapi, dia menyukai pekerjaan yang menuntutnya untuk terus belajar, berpengalaman dan bekerja.

Padahal pekerjaan itu juga membatasinya, membuatnya frustasi dan mengikatnya.

Disisi lain, pekerjaan itu keren tetapi sebenarnya pekerjaan itu tidak cocok dengannya. Tapi, dia tidak mau kehilangan hal-hal menarik yang ia dapati dalam pekerjaanya.

Ketakutan akan ‘kehilangan’ itu membuatnya tetap berada disana.

Dia tidak ingin sedikitpun melangkah dari sana, walaupun sebenarnya hal itu harus dilakukan.

Tapi, sesungguhnya itu adalah jalannya untuk bebas.

Tanpa ketidakpastian, Anda tidak akan bisa bebas.

Jika Anda berada di sebuah dunia yang stabil dan monoton, maka Anda telah menetap disana.

Anda akan tetap berada pada cerita dan emosi masa lalu yang seperti itu saja.

Anda tidak ingin menghadapi masa depan yang tidak terduga. Dan jika Anda tidak berkenan untuk menghadapi itu, maka Anda tidak akan bebas.

Ketidakpastian adalah dasar dari semua ketakutan.

Pikiran Anda menuntut Anda tetep melakukan kebiasaan Anda.

Tubuh Anda membutuhkan perasaan yang tetap aman.

Dan akhirnya Anda menghindari ketakutan Anda.

Anda menghindari hal yang Anda bahkan tidak tahu.

Menariknya, manusia itu ketagihan berada di situasi tersebut, setidaknya ia merasa hidupnya tetap stabil. Walaupun mereka tahu hidupnya hancur, ketakutan mereka untuk melangkah membuat mereka tidak mampu merubah hidup.

Segala ketakutan menunggu di masa depan.

Hal-hal yang Anda takuti tidak berada dalam waktu dekat, tapi seperti, sebuah bayangan atau prediksi -  hasilnya akan atau tidak akurat.

Kenyataannya karena ketakutan selalu berhubungan dengan kehilangan, seharusnya Anda tahu bahwa ketakutan itu tidak bisa Anda ramalkan.

Merasa Terlindungi VS Menjadi Nyaman

Dalam beberapa wawancara, Kobe Bryant menceritakan pengalamannya bermain basket di umur 11. Dia mencetak skor 0. Dia merasa kacau.

Setelahnya, ayahnya datang menatapnya empat mata dan berkata, “aku tidak peduli bahkan jika skormu 60 atau 0. Aku akan tetap menyayangimu.”

Itulah yang sebenarnya hal yang dibutuhkan Kobe. Dia tahu karena penyesalan akan kebiasaanya itu tetap membuatnya aman. Ayahnya akan tetap mencintainya.

Perlindungan ini memberikan izin baginya untuk gagal. Hal itu mengizinknnya untuk mengambil resiko. Kasih yang tulus dari ayahnya membuatnya berani melagkah dari zona nyamannya ke tempat yang lebih tinggi.

Jika Anda tidak merasa aman dalam hubugan Anda, maka akan sulit untuk menghilangkan tekanan. Akan sulit untuk bisa bebas, karena Anda menjadi budak dalam hubungan itu. Hal ini tidak sehat, karena Anda hanya berusaha untuk menyenangkan orang banyak.

Namun saat Anda merasa aman dan dicintai, maka Anda akan bersinar dan bebas serta tidak tidak takut melangkah meskipun sering gagal.

Di musim berikutnya, Kobe mendapat banyak kesulitan dan membuatnya jadi lebih tekun berlatih. Dia meninggalkan zona nyamannya dan mulai bermain sesuai kreativitas dan imajinasinya, tanpa batasan.

Hal yang dilakukannya membawa dia selangkah lebih maju dari batasan dan masa lalunya. Kemudian selangkah lebih maju menuju peran dan identitas baru, ia berjalan sesuai dengan imajinasinya sendiri dan dukungan dari kasih ayahnya.

Dia menaklukan masa depannya karena keinginannya untuk bebas, bebas melihat apa yang mungkin terjadi, mungkin gagal, mungkin dialami, dan mungkin untuk diciptakan. Bebas untuk menjadi legenda.

Cerita dari Kobe mungkin bisa mengajarkan kita untuk tidak bertahan di hidup yang sama. Dalam hidupnya ia mempunyai kasih sayang dari ayahnya, untuk menghancurkan keraguan dari hidup dan tujuannya. Kebanyakan dari kita mudah merasa gelisah dan takut mengahadapi tantangan dan rintangan. Tapi kita akan punya perlindungan dan rasa percaya yang dapat diandalkan. Hal itu akan memberi kita kekuatan dan keberanian untuk melangkah maju. Bahkan kebanyakan kekuatan ini berasal dari posisi yang tinggi.


Kesimpulannya

Anda tidak akan bisa bebas tanpa ketidakpastian

Anda tidak akan bisa bebas jika berada di zona nyaman Anda.

Anda tidak akan bisa bebas dalam cerita hidup Anda.

Harga dari kebebasan sesugguhnya tidak ternilai.

Jika Anda bisa mengabaikan emosi Anda demi membiarkan hal yang tidak diketahui terjadi, maka Anda sepenuhnya bebas.

Kamu bisa merasakan kebebasan, kreativitasmu, kesuksesan, dan perubahan pribadi Anda yang sulit digapai, bukan karena tidak mungkin tapi karena harga dari kebebasan tidak bisa dibayar.

Kebanyakan orang sangat jarang menciptakan sesuatu. Sebagai tenaga pendidik dan pembawa perubahan, Sir Ken Robinson mengatakan, “jika Anda tidak siap untuk gagal, Anda tidak akan pernah berhasil.”

Jika Anda ingin melampaui batasan dari siapa diri Anda dan masa lalu Anda serta berprinsip bahwa apapun itu mungkin saja terjadi, maka Anda akan menaklukan segala keraguan.

Anda harus berhenti memikirkan bagaimana jika Anda kehilangan segalanya.

Anda harus bersiap jika segalanya hilang.

Anda tetap harus beranjak melangkah maju bahkan jika gagal atau berhasil – melangkahlah menuju tujuan berikutnya.

Apakah Anda bebas atau menjadi budak?

Apakah Anda menjadi budak dari rasa ingin tahu akan kehilangan?

Jika Anda tidak bebas, maka itu artinya Anda tidak melangkah.

Jika Anda tidak bebas, maka Anda tidak berkembang.

Jika Anda tidak merasa bebas, maka Anda tidak belajar dan melangkah. Berarti, Anda tetap disana, di masa lalu yang Anda rasa aman dan bisa dikendalikan oleh Anda. Mengandalkan pengalaman dan nostalgia. Lalu, Anda akan kehilangan kreativitas tidak terbatas, kemenangan dan kebahagiaan.

Ingatlah! Satu-satunya hal yang hilang jika Anda keluar dari zona itu adalah hanya rangkaian emosi masa lalu Anda. Jika Anda bersedia melangkah dan kehilangan hal itu, Anda akan belajar banyak hal dan meraih segalanya.

Maukah Anda bebas?


Share