Optimalisasi Konten: Cara Membuat Konten Yang Lebih Baik

Written by
Alex Birkett

Optimalisasi Konten: Cara Membuat Konten Yang Lebih Baik

Written by
Alex Birkett

Optimalisasi Konten: Cara Membuat Konten Yang Lebih Baik

Written by
Alex Birkett

Ada yang mengatakan bahwa salah satu faktor perkembangan pemasaran adalah optimalisasi konten.

Menciptakan konten, promosi konten, dan optimalisasi konten.

Siapa yang mengatakan hal itu? Blogger, pembicara, dan pemimpin pemikiran.

Karena latar pendidikan saya berada di optimalisasi konversi, dan keinginan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan sesuatu. mengoptimalisasi konten adalah sesuatu yang menarik untuk saya.

Optimalisasi akan meningkatkan ROI, efisiensi, skala, dan secara berkelanjutan dan berkepanjangan ROI.

Optimalisasi konten artinya kita bisa menghabiskan lebih sedikit waktu menciptakan dan mendistribusikan hasil kerja dan mendapatkan nilai lebih tinggi atas pekerjaan kita.

Begitulah teorinya.

Apa yang jarang dibicarakan adalah bagaimana caranya seseorang bisa mengoptimalkan konten lama.

Jadi ini adalah yang akan kita bahas pada artikel ini: Bagaimana cara memperbaiki konten yang sudah ada di dunia.

Optimalisasi Konten: Dua Pendekatan Berbeda

Ketika melihat konten lama kembali, Anda bisa melihatnya dalam dua cara berbeda (keduanya valid dan berharga):

  1. Mencari postingan dengan banyak kunjungan tapi tingkat konversi rendah dan meningkatkan tingkat konversinya.
  2. Mencari postingan dengan kunjungan rendah tapi tingkat konversi tinggi dan meningkatkan kedudukan dan distribusi nya.

Menurut saya, metode pertama lebih mudah, setidaknya dalam tingkat prioritas.

Anda bisa dengan mudah membangun bagan dengan total lalu lintas dan tingkat konversi Anda untuk menghitung berapa nilai yang bisa Anda harapkan. Ini adalah analisis “what if” dan saya akan menunjukkan cara membangunnya.

Ini juga lebih mudah karena biasanya kita melupakan tawaran konversi dengan konten. Dengan sedikit perhatian dan pemikiran, cukup mudah untuk memaksimalkan bagian ini.

Metode kedua biasanya mempunyai tingkat yang lebih tinggi dalam nilai yang bisa Anda dapatkan.

Perbedaan dari klik pertama, kedua, ketiga dan hasil SERP lainnya cukup menakjubkan. Jika Anda bisa memperbaiki kedudukan Anda, Anda bisa mendapatkan lebih banyak kunjungan. Bahkan perusahaan SEO terbaik mempunyai banyak halaman dengan kedudukan 5-20, dan dengan sedikit usaha, sangat mungkin untuk mengangkatnya.

Metode pertama kebanyakan akan mengenai strategi.

Anda akan melakukan analisa kesempatan terbaik, menghitung sisi baiknya, dan melanjutkan proses optimalisasi jalur akuisisi di setiap halaman yang Anda rasa pantas. Langkah terakhir melibatkan banyak kerja keras dan memerlukan keahlian tertentu. Langkah ini membutuhkan kreatifitas, empati, dan keahlian.

Metode kedua juga memerlukan banyak analisa, tapi lebih mudah untuk mengerti bagaimana Anda bisa meningkatkan sebuah halaman jika Anda mengerti SEO. Biasanya adalah kombinasi dari kualitas konten, penghubungan internal, atau arsitektur halaman, penghubungan eksternal, atau optimalisasi H1/H2/judul.

Secara realistis, Anda seharusnya lebih fokus ke salah satu metode karena setiap langkah akan membutuhkan banyak percobaan dan kesalahan.

CRO & Memaksimalkan Konversi dalam Konten dengan Kunjungan Tinggi

Jika Anda melakukan pemasaran konten, sangat mungkin bahwa konten Anda mengikuti hukum ini: Kebanyakan dari lalu lintas kunjungan ini datang dari beberapa posting. Kebanyakan dari halaman mengikuti distribusi seperti ini.

Sudut pandang yang salah adalah Anda harus mengeluarkan lebih sedikit konten. Ini bukan merupakan solusinya.

Anda tidak bisa memprediksi hal apa yang akan populer ke depannya (walaupun Anda bisa meningkatkan probabilitasnya dengan strategi yang baik).

Intinya adalah, Anda akan mempunyai beberapa posting dengan lalu lintas kunjungan yang lebih tinggi daripada yang lain. Tapi, halaman-halaman ini akan memiliki tingkat konversi yang lebih rendah daripada halaman dengan lalu lintas rendah.

Ini mungkin benar atau tidak benar untuk halaman Anda, tapi saya telah melihat banyak kasus yang sama.

(Ada juga hukum dengan posting blog # dengan persentase konversi tertinggi. Kadang ada posting dengan kunjungan tinggi dan tingkat konversi tinggi juga.)

Penjelasan yang paling umum adalah posting ini begitu tinggi sehingga pengguna tidak melakukan konversi dengan penawaran yang sama dengan posting yang lebih rendah.

Penjelasan paling umum kedua adalah Anda mendapatkan lalu lintas tertinggi dalam topik yang tidak sama dengan konsep Anda (jika Anda menjual peralatan dapur komersial ke restoran di Austin, sebuah info gratis tentang cafe terbaik di kota akan mungkin tidak relevan dalam konversi).

Dalam kedua kasus, solusinya adalah menyamakan penawaran di halaman dengan kemauan pengguna Anda dan perjalanan pelanggan. Anda harus menyamakan temperatur pengunjung—jangan menawarkan mereka ebook apabila mereka menginginkan demo, dan jangan menawarkan mereka jas apabila mereka hanya menginginkan diskon pengunjung pertama.

Dan jika Anda tidak mempunyai poin konversi di halaman Anda, tambahkan.

Bagaimana Menemukan Halaman dengan Lalu Lintas Tinggi/Tingkat Konversi Rendah

Ada banyak platform analisa. Alat paling umum adalah Google Analytics, jadi walaupun Anda bisa menggunakan ide dari HubSpot atau Sumo, mereka menggunakan GA.

Kami akan menarik laporan cepat yang bisa memberikan perkiraan tingkat konversi dan postingan berbeda, dengan asumsi bahwa Anda mempunyai tujuan untuk konversi Anda, yang mana bisa dengan formulir koleksi email atau dengan cara lain. Laporan ini juga bergantung pada halaman landing sebagai variabel, jadi kita bisa saja tidak memperhatikan faktor orang-orang yang hanya mengunjungi banyak posting blog atau masuk ke halaman Anda dari tempat lain, tapi kemudian melakukan konversi di halaman yang berbeda.

Pergi ke Behavior > Site Pages > Landing Pages. Lalu gunakan pandangan “perbandingan” daripada tabel. Ubah matriks yang sedang Anda bandingkan dari “Sessions” ke “Goal Conversion Rate.” Seharusnya terlihat seperti ini:

Anda juga bisa menggunakan filter seperti “/blog/” untuk membedakan posting Anda dari postingan non-blog (kadang Anda mempunyai tampilan spesifik untuk blog Anda, yang mana Anda bisa menggunakan keseluruhan laporan).

Dari sana, Anda bisa melihat posting dengan tingkat kunjungan tinggi mana yang memiliki tingkat konversi rendah dari rata-rata halaman. Anda juga bisa menyimpan data ini dalam bentuk Excel dan melakukan analisa serupa, tapi biasanya Anda cukup fokus ke tingkat kunjungan tertinggi, tingkat konversi terendah, dan Anda bisa melihatnya dengan jelas dengan laporan ini.

Jika Anda menggunakan Excel, tarik data Anda dan tandai postingan dengan tingkat konversi lebih rendah dari rata-rata. Lalu gunakan filter untuk melihat hanya data tersebut:

NB: Saya menyukai Google Analytics, tapi sebenarnya mungkin lebih mudah apabila Anda menggunakan data dari alat marketing Anda untuk hal ini. Dalam kasus HubSpot, alat CTAs mempunyai format pelaporan yang baik dan Anda bisa membandingkan semua CTAs Anda. Alat ini akan menunjukkan halaman mana yang memiliki tingkat konversi baik dengan CTAs yang sama dan juga menghitung tingkat konversi CTAs sehingga Anda dapat membandingkannya dengan mudah.

Setelah Anda mengerti posting blog mana yang memiliki potensi tinggi, berikutnya Anda perlu tahu mana yang perlu diprioritaskan terlebih dahulu dan berapa banyak kenaikan yang dapat diharapkan.

Bagaimana Cara Memprioritaskan dan Mengukur Peluang

Kita perlu menggunakan Excel untuk analisa ini. Kita hanya membutuhkan tiga variabel: Judul blog post (URL), jumlah kunjungan halaman (perhitungan secara bulanan dari jangka waktu 3-6 bulan), dan tingkat konversi.

Anda bisa mendapatkan data ini dari Google Analytics, alat marketing otomatis Anda, dsb.

Apa yang akan Anda lakukan adalah perencanaan umum dan analisa proyeksi untuk mengetahui apa keuntungan dari melakukan suatu tindakan spesifik. Apabila data yang Anda gunakan tidak akurat, hasilnya juga tidak akan akurat.

Jadi, pindahkan data Anda ke Excel. Saya suka menggunakan data 10 posting teratas yang berada dibawah nilai rata-rata. Anda bisa mendapatkan data ini dari Google Analytics atau memindahkan data Anda ke Excel dan memilah data dari sana.

Lalu filter data yang diinginkan:

Masukkan kolom tambahan untuk nilai proyeksi Anda. Biasanya saya menggunakan nilai rata-rata halaman untuk memproyeksikan nilai. Asumsinya adalah, dengan rata-rata, kita bisa dengan mudah melihat postingan mana yang perlu dioptimalkan.

Dari sana, cukup mudah melihat posting mana yang memiliki peluang terbesar. Anda bahkan bisa memperpanjang jangka waktu hingga satu tahun untuk melihat keuntungannya.

Bagan ini sangat berguna apabila Anda berencana melakukan tradeoff. Misalnya, apabila Anda memiliki cukup sumber konten untuk diinvestasikan ke optimalisasi konversi ini, dalam kreasi konten baru, atau di proyek SEO untuk meningkatkan tingkat kunjungan postingan yang Anda miliki sekarang.

Bagan ini tidak dapat digunakan untuk memprediksi berapa jumlah konversi yang akan Anda miliki secara tepat, tapi untuk memilih antara proyek yang bisa Anda lakukan dengan sumber daya terbatas.

Bagaimana Cara Memperkirakan Kemauan Pengunjung dan Menyesuaikan Penawaran Anda

Dalam pemasaran PPC, ada anggapan populer untuk mengukur “suhu” dari target pengunjung Anda.

Hal ini jarang dibicarakan, tetapi orang-orang sampai di halaman Anda dengan tujuan yang berbeda-beda.

Bagaimana Anda memperkirakan kemauan dan perjalanan seorang pengunjung?

Ada banyak cara untuk melakukannya, tapi semua berawal dari mengerti dari mana pengunjung datang dan kata kunci apa yang mereka cari. Untuk menganalisa jalur pemasaran cukup sederhana. Masuk ke Google Analytics dan kunjungi Acquisition > All Traffic > Source/Medium report.

Jalur mana yang memiliki performa terbaik? Performa terburuk?

Jika Anda melakukan iklan, mana yang berhasil mana yang tidak?

Spesifik ke lalu lintas SEO, Anda perlu menganalisa kata kunci apa yang membawa pengguna ke halaman Anda. Untuk melakukan hal itu, masukkan URL Anda ke Ahrefs dan klik “Organic Keywords”.

Lalu Anda perlu mengklasifikasi kata kunci ini ke keadaan suhu seperti “apakah suhunya hangat, pengguna yang siap untuk membeli, atau apakah suhunya dingin, pengguna yang tidak tahu brand Anda? Hal ini akan membantu dalam menentukan penawaran Anda dan jalur konversi:

  • Anda mungkin tertarik untuk menggunakan algoritma pengelompokan untuk menempatkan kata kunci Anda ke dalam kelompok jalur pengguna.
  • Anda bisa menggunakan akal sehat untuk melakukan pengelompokan ini.

Melakukan Eksperimen Konten dan Mengkonversi Pengunjung

Eksperimen konten memiliki resiko tinggi karena sangat mudah terpengaruh oleh musim dan ancaman validitas lainnya. Algoritma Google berubah, dan orang-orang melakukan pencarian dengan tujuan berbeda di waktu yang berbeda, dan sangat sulit menentukan sampel yang benar-benar mewakili.

Tapi Anda bisa melakukannya, dan Anda harus.

Saya suka memulai dari dasar saluran. Jangan gunakan hal seperti waktu yang dihabiskan dalam halaman, gunakan konversi sebagai matriks untuk optimalisasi Anda.

Kebanyakan alat yang Anda gunakan bisa dipakai untuk melakukan eksperimen ini, tapi Anda tetap harus mengikuti prinsip statistic sama dengan tes A/B lainnya.

Meningkatkan Lalu Lintas Dimana Ada Potensial

Sisi lain dari optimalisasi konten adalah meningkatkan lalu lintas. Jika Anda telah mempunyai banyak konten, kemungkinan besar Anda memiliki kedudukan untuk beberapa hal, atau berada di halaman kedua dan ketiga.

Optimalisasi konten adalah untuk meningkatkan kedudukan Anda di halaman dengan kedudukan rendah, dan apabila Anda tidak berada di halaman pertama, maka ke halaman pertama.

Bagaimana Cara Menemukan Artikel yang Kehilangan Lalu Lintas

Beberapa hal yang menyebabkan artikel Anda kehilangan lalu lintas adalah:

  • Pesaing mulai membuat konten yang lebih baik daripada Anda
  • Perubahan SERP Google
  • Pencarian untuk kata kunci Anda menurun

Tidak banyak yang bisa Anda lakukan untuk poin ketiga, namun mengetahui masalahnya akan membantu Anda untuk menyusun rencana. Pesaing memiliki kedudukan lebih tinggi dari Anda? Bangun konten lebih baik dan tautan. Perubahan SERP? Optimalkan konten Anda.

Langkah pertama adalah mengetahui apakah Anda kehilangan lalu lintas.

Masuk ke Google Analytics, pilih jangka waktu (contohnya 3 bulan) dari tahun lalu (ambil dari 1 Januari – 1 Maret 2017).

Lalu, masuk ke Behavior > Site Content > Landing Pages dan tentukan jangka waktu Anda. Lalu, tentukan filter Anda untuk mempermudah analisa.

Anda bisa melihat dari level atas dari sini, namun saya lebih suka mempersempitnya ke lalu lintas organic. Untuk melakukannya, tentukan dimensi kedua dari “Default Channel Grouping”

Lalu tentukan filter dengan hanya pencarian organic.

Lalu, masukkan semua baris (ulir ke bawah dan ubah nilai baris) lalu pindahkan data ini ke CSV.

Buka kertas kerja Anda, ubah nama tab pertama ke bulan dan tahun, hapus data yang tidak digunakan (tinggalkan hanya URL dan kolom Sesi).

Kembali ke GA dan ubah jangka waktu data ke hanya jangka waktu sekarang. Pastikan jangka waktunya sama, hanya tahun yang berubah. Tarik data ke CSV, dan lakukan hal yang sama.

Tambah kolom ke tab #1 dan namakan “Sesi 2018” (ubah nama kolum B ke “Sesi 2017”). Lakukan vlookup: =VLOOKUP(A2, ‘[tab 2]’!A:B, 2, FALSE)

Dari sini kita lihat apakah Anda penurunan signifikan. Anda bisa melakukan persentase apapun yang Anda kira signifikan, tapi dalam contoh ini kita akan menandai penurunan lebih dari 20%.

Tambah kolom D dan namakan “penurunan 20%+” dan masukkan formula ini:

=IF(C2<(B2-(B2*0.2)),TRUE,FALSE)

Formula ini akan menunjukkan apakah nilai di kolom C lebih kecil 20% atau lebih dari nilai di kolom B. Lalu Anda bisa tandai hasilnya.

Pertanyaan berikutnya apabila Anda kehilangan lalu lintas adalah mengapa? Berikut adalah beberapa penyebab umum:

  • Kedudukan Anda jatuh
  • Tampilan SERP mengalami perubahan
  • Tingkat klik Anda telah berubah
  • Pencarian kata kunci menurun

Melacak kedudukan itu mudah. Semua perangkat SEO bisa melakukannya dan Anda juga bisa melakukannya di Google Search Console.

Apabila kedudukan Anda tidak menurun, apakah CTR Anda yang menurun? Anda bisa melacaknya di Google Search Console.

Apabila CTR Anda tidak menurun, apakah SERP mengalami perubahan? Apakah ada fitur tempat yang diutamakan, iklan, dsb, dan bisakah Anda mendapatkan tempat tersebut?

Apabila jawaban Anda adalah tidak untuk pertanyaan di atas, maka kemungkinan pencarian kata kunci Anda telah menurun. Anda bisa melihat perkiraannya di Search Trends dengan melihat posisi Anda, tapi tetap saja tidak akan akurat: Anda tidak bisa mengetahui mana kata kunci Anda yang menurun dan tren juga hanya perkiraan saja.

Bagaimana Menemukan Artikel yang Memiliki Kedudukan Hampir Bagus

Cara terbaik untuk meningkatkan lalu lintas adalah mengeluarkan konten baru, terlebih jika Anda baru saja memulai. Tapi apabila Anda telah mempunyai banyak konten, kemungkinan Anda memiliki kedudukan yang hampir bagus untuk banyak kata kunci bernilai tinggi.

Ada beberapa cara untuk menemukan dan memperbaikinya. Saya akan menunjukkan salah satu caranya.

Pertama, masuk ke Ahrefs dan masukkan domain yang ingin Anda analisa.

Saya menggunakan ConversionXL sebagai contoh.

Abaikan semua angka, kecuali “Organic keywords”. Klik angka tersebut, dan Anda akan tiba di halaman yang menunjukkan semua kata kunci dan URL terkait.

Dari sini, Anda harus memilah kedudukan yang ingin Anda perhatikan, tapi saya menganggap semua dengan kedudukan 10-21 sebagai pantas untuk dioptimalkan.

Klik “Positions” dan pilih kedudukan yang akan Anda pilih.

Setelah itu, pilah volume. Ini tergantung apa yang Anda anggap sebagai pantas, saya berusaha mengoptimalkan kata kunci dengan volume lebih tinggi dari 1k, tapi cukup tentukan nilai di 200 untuk sekarang.

Ini akan memudahkan kita untuk memasangkan kata kunci serupa di Excel nanti untuk mendapatkan gambaran lebih baik untuk peluang keseluruhan (contoh: apabila “Survey Kepuasan Pelanggan” memiliki kedudukan untuk “bagaimana cara mengukur kepuasan pelanggan” dan “format survey kepuasan”, kita akan memasukkan keduanya ke analisa peluang.)

Pindahkan file ke CSV

Buang kolum yang tidak diperlukan.

Hal favorit yang saya lakukan adalah menggunakan Pivot Table. Dengan ini, Anda bisa menggabungkan volume dari dua atau lebih kata kunci.

Contohnya, apabila postingan blog X memiliki kedudukan di posisi 12 untuk kata kunci A (volume 500) dan posisi 14 untuk kata kunci B (volume 1000), maka kita bisa lihat kedudukan rata-rata untuk URL ini adalah 13 dengan potensi volume pencarian sebesar 1500.

Jika Anda mau, kita bisa memindahkan data ini ke halaman baru dan mengurutkannya dari potensial kunjungan. Jika kita melakukannya, kita bisa melihat bahwa 10 peluang teratas memiliki potensial pencarian hingga 500,000:

Dari sini, Anda bisa kembali ke data mentah dan melihat kata kunci dan URL mana yang memiliki potensi pencarian terbesar. Berikut adalah kata kunci untuk contoh URL saya.

Dari sini, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan.

Hal pertama yang akan saya lakukan adalah mengetik kata kunci ini ke a) Google dan b) Ahrefs dan melihat hal apa yang memiliki kedudukan bagus dan profil dan tingkat kompetitif dari kedudukan halaman lain.

Mari coba dengan “daftar bias kognitif” dengan kedudukan #20

Kebanyakan artikel dengan kedudukan baik adalah artikel bersifat informasional dan dari halaman seperti: Wikipedia, Mental Floss dan Business Insider.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah artikel ini bersifat lebih umum daripada judul CXL, dan berkaitan dengan semua aplikasi bias kognitif dan bukan hanya CRO. Secara realistis, akan lebih baik untuk branding apabila CXL lebih fokus ke CRO, tapi hal ini mungkin akan mempersempit ruang lingkup pencarian dan tujuan.

Selanjutnya, saya akan melihat bagaimana semua hasil ini tampak dari perspektif kompetitif. Masukkan URL Anda ke Ahrefs dan dapatkan data jumlah backlinks, kedudukan domain, kedudukan URL, dll.

Lalu masukkan kata kunci yang Anda ingin tingkatkan kedudukannya:

Ulir ke bagian paling bawah dan lihat kedudukan sementara. Anda bisa melihat dengan jelas jumlah backlink, kedudukan domain, kedudukan URL, dan “Kedudukan Ahrefs” (semacam agregat matriks yang menyampaikan seberapa kuat kapabilitas pencarian Anda)

Akan membutuhkan sedikit usaha untuk menganalisa kualitas dari masing-masing artikel dari daftar ini, tapi pada umumnya Anda akan memasangkan tujuan pencarian, dan Anda ingin memaksimalkannya.

Untuk mengoptimalkan konten ini, kita bisa melakukan a)kemungkinan perubahan judul b)optimalisasi halaman c)tautan internal d)memperbaiki konten sehingga terlihat lebih baik dari yang lain dan e)pembangunan tautan.

6 Cara untuk Konten dengan Tautan dan Kedudukan yang Baik

Salah satu cara untuk membuat konten dengan tautan yang baik adalah dengan menulis hal terbaik di internet tentang topic tersebut. Selain itu, ada beberapa taktik yang bisa Anda lakukan untuk membantu mendapatkan tautan yang baik:

  • Data & statistic original
  • Gambar original
  • Grafik dan Skema
  • Kutipan dari orang-orang berpengaruh
  • Kerangka kerja
  • Tabel keuntungan&kerugian

Pemikiran dari sini adalah “dengan target halaman tautan yang saya inginkan, bagaimana saya bisa membangun konten untuk mempermudah cara mendapatkan tautan tersebut?”

Dalam dunia pemasaran, apabila Anda memiliki data original, kerangka kerja baru, gambar original dan grafik, akan lebih mudah untuk mendapatkan nilai yang baik.

  1. Data & Statistik Original

Memang cukup mahal untuk mendapatkan kedua hal ini, tapi apabila Anda berhasil, Anda akan memiliki keuntungan secara kompetitif. Sebagai contoh adalah ConversionXL dengan UX:

Buzzsumo dengan analisis konten mereka:

HubSpot dengan program penelitian untuk ide original

  1. Gambar Original

Orang-orang mencari gambar, terutama untuk menciptakan konten (blog, konferensi, dsb) dan apabila gambar Anda muncul dalam pencarian, Anda akan mendapatkan tautan.

Pemikiran saya adalah, apabila Anda akan menggunakan gambar, mengapa tidak membuatnya sendiri?

HubSpot melakukannya dengan gambar survey NHS kami:

Ini adalah taktik yang baik terutama jika Anda menciptakan visual untuk topic sulit, seperti pengelompokan atau pengujian multivariable.

  1. Grafik & Skema

Ini adalah gabungan antara “data original” dan “gambar original”, tapi secara umum, Anda ingin memberikan visualisasi data yang menakjubkan untuk menjelaskan konsep atau ide. Berikut adalah contoh peta perjalanan CSAT yang saya buat untuk sebuah posting di HubSpot:

Ryan Farley sangat ahli dalam visualisasi data:

  1. Kutipan dari orang-orang berpengaruh

Kutipan dari orang-orang berpengaruh dapat membantu Anda a)menciptakan konten yang lebih baik dan b)mempromosikan konten tersebut. Bekerja dengan orang-orang pintar untuk menciptakan sebuah konten juga membantu Anda membangun hubungan yang baik dan mendukung suara-suara orang cerdas dengan memberikan mereka sebuah wadah.

BigCommerce sering mengutip opini saya di artikel mereka:

Mungkin tidak ada tautan langsung di sini, tetapi ada jalur melalui pembagian sosial dan distribusi biasanya akan mengarah ke tautan. Matt Gershoff, CEO of Conductrics, tentunya membuat artikel saya tampak lebih pintar daripada saya sendiri.

Luiz Centenaro juga ahli dalam melakukannya:

  1. Kerangka Kerja

Ciptakan kerangka kerja apabila Anda sedang ragu. Saya telah membangun beberapa di HubSpot:

Contoh yang lebih baik adalah sesuatu seperti PXL, sebuah kerangka kerja pengujian A/B prioritas yang sangat berguna. Ini adalah sesuatu yang sering saya gunakan untuk membantu klien saya dalam percobaan prioritas:

Brian Dean adalah raja dalam taktik ini. Dia selalu menggunakan teknik ini, dan mempopulerkan Teknik Skyscraper. Meta! Kerangka kerjanya sangat membantu dalam menjelaskan konsep SEO secara sederhana hingga mudah diingat.

Hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah membangun kerangka kerja yang benar-benar membantu dalam mengisi celah dan membantu orang-orang mempraktekkan sebuah konsep. Saya rasa Brian Dean, CXL, WiderFunnel, Reforge, dll sangat ahli dalam hal ini.

  1. Tabel Keuntungan & Kerugian

Apabila Anda membantu pengunjung memperjelas sesuatu atau memberikan solusi, maka Anda pantas mendapatkan tautan. Sebagai contoh, ada banyak tipe survey kepuasan pelanggan, jadi kami membuat daftar keuntungan dan kerugian dari masing-masing. Kami juga menciptakan gambar original untuk konten ini.

Bagaimanapun cara Anda memvisualisasi atau menyederhanakan perbandingan bisa membantu pengguna untuk mengambil keputusan. Conversion Rate Experts melakukan hal ini dengan sangat baik dengan perbandingan pengujian A/B:

Peluncuran Kembali: Cara untuk Kembali

Setelah Anda memperbaiki konten Anda dengan optimalisasi halaman dan menambahkan beberapa tautan, Anda harus meluncurkannya kembali.

Anda bisa meluncurkannya kembali seperti ini adalah sesuatu yang baru. Sebagaimana dengan semua hal yang berkaitan dengan konten & SEO, Brian Dean telah menulis sebuah petunjuk yang sangat detail tentang cara melakukannya.

Kesimpulan

Optimalisasi konten sangat penting, sering dibicarakan, dan sulit dimengerti. Bagaimana cara melakukannya?

Disini kami telah menjelaskan dua cara untuk melakukannya: Memperbaiki jalur konversi dan memperbaiki pertumbuhan lalu lintas. Dalam kedua cara tersebut ada banyak taktik untuk menganalisa, memprioritaskan, dan mengoptimalkan konten untuk meningkatkan lalu lintas, konversi, dan apapun yang Anda ingin capai.

Seseorang tidak mungkin bisa mencakup sebuah topiK dan semua taktik yang mungkin dilakukan. Dengan hal ini, saya akan meninggalkan satu pertanyaan: Apa yang tidak saya lakukan?

Sumber: https://www.alexbirkett.com/content-optimization/


Share