Kekuatan dan Keindahan dari Ketabahan

Written by
Isabel Priscila

Kekuatan dan Keindahan dari Ketabahan

Written by
Isabel Priscila

Kekuatan dan Keindahan dari Ketabahan

Written by
Isabel Priscila

Ada banyak rasa sakit di dunia ini. Ada banyak kekejaman dan tragedi yang benar-benar tidak dapat dihindari oleh kita, tetapi kekuatan dari rasa sakit dapat dikalahkan oleh satu hal: Ketabahan.

Ketabahan adalah sebuah kata yang sering salah dimengerti. Orang yang memilih untuk tabah dapat salah diartuikan sebagai “mati rasa”. Orang mungkin melihat mereka dan berpikir bahwa mereka hanya bisa sangat tabah karena mereka tidak merasakan kehebatan rasa sakit yang datang dengan kehidupan. Orang yang tabah tidak menangis, mereka tidak terikat, mereka tidak merasakan apa-apa.

Oh, tetapi mereka merasakan sesuatu. Mereka merasakan segalanya.

Mereka merasakan rasa sakit karena kehilangan yang begitu dalam itu menjadi bagian dari mereka. Kekecewaan dari pengkhianatan sangat berat sehingga mereka harus memikulnya, dan kenyataan dari beberapa niat orang mengejutkan mereka karena mereka hampir tidak pernah melihatnya datang. Jadi dengan hati yang berat dan tubuh yang terluka, mereka ditendang ke tanah, bersama dengan orang lain. Disinilah kita menemukan perbedaan antara mereka yang memilih untuk tabah dan mereka yang memilih untuk tidak. Lihat, kita semua dijatuhkan oleh perjuangan untuk hidup; itu bukan perjuangan jika kita tidak berjuang, tetapi hanya sebagian dari kita yang berjuang untuk bangkit kembali.

Penting untuk mengenali bahwa orang yang tabah bukanlah sebuah ras. Ketabahan bukanlah sebuah sifat. Anda tidak dilahirkan dengan itu, itu bukan suatu keuntungan hanya beberapa dari kita yang cukup beruntung untuk memilikinya. Kita semua mampu untuk tabah. Ketabahan adalah sebuah pilihan, dan ini adalah pilihan yang kita tunjukkan tidak sekali, tidak dua kali, tetapi berulang kali selama kita hidup.

Dikhianati oleh seseorang yang Anda cintai, atau lebih buruk lagi, seseorang yang menuntun Anda untuk percaya bahwa mereka juga mencintaimu, sangat menyakitkan sehingga Anda mungkin tidak akan pernah menempatkan diri Anda dalam posisi tersakiti seperti itu lagi. Anda mungkin akan menghabiskan waktu berhari-hari, berminggu-minggu, atau berbulan-bulan mencoba untuk menyusun teka-teki di dalam pikiran Anda yang menurut Anda telah Anda satukan karena tidak ada yang dapat dimengerti lagi. Anda akan merasa marah, kecewa, bahkan mungkin dendam. Anda akan merasa seperti Anda tidak dapat mempercayai siapa pun. Anda dapat mengurung diri Anda pada kehidupan yang berisi kesepian, kepahitan, melarikan diri dari cinta, atau Anda bisa memilih untuk mengambil kesempatan lagi suatu hari, dan mungkin, mungkin saja, menemukan cinta yang pantas Anda dapatkan. Anda dapat memilih ketabahan.

Kehilangan orang yang dicintai membiarkan Anda merasa begitu banyak perasaan sekaligus: Bingung, marah, sedih, hampa, dan di atas semuanya, tidak berdaya, karena tidak ada yang dapat Anda atau siapa pun lakukan untuk membuatnya lebih baik. Sebagian besar waktu, kita memiliki kendali atas hidup kita, tetapi tidak ketika mengenai hal ini. Tidak ada yang bisa mengembalikan orang yang telah hilang. Itu diluar kendali Anda. Tragedi seperti ini dapat meninggalkan Anda di tempat yang gelap untuk sementara waktu, tetapi pada akhirnya, Anda diberikan dua pilihan: Terima atau tidak. Menerima itu tidak berarti melupakan; mereka yang kita cintai tetap tinggal di hati kita selamanya, terlepas dari apakah mereka ada di hidup kita atau tidak. Mungkin butuh waktu, karena berduka diperlukan. Namun, pada titik tertentu, Anda dapat memilih dibebani oleh kemarahan yang Anda tahan dalam diri Anda karena Anda tidak pernah dapat mengucapkan selamat tinggal, Anda dapat memilih untuk hidup dalam ketakutan akan kehilangan seseorang lagi, atau Anda dapat memilih untuk mengasihi setiap saat yang masih Anda miliki dengan orang-orang di dalam hidup Anda, dan setiap saat yang masih Anda miliki di dalam kehidupan Anda sendiri. Anda dapat memilih ketabahan.

Rasa sakit akan selalu menuntut untuk dirasakan, tetapi rasa sakit tidak harus membatasi Anda; Anda tidak perlu memberikannya kekuatan itu. Anda dapat memilih untuk dibatasi oleh satu hal yang menjatuhkan Anda, atau Anda dapat memilih untuk dibatasi oleh berapa kali Anda bangkit dan terus berjalan.

Sumber: https://thoughtcatalog.com/isabel-priscila/2017/08/the-power-and-beauty-of-resilience/


Share