Berpegang pada Jadwal: Sebuah Esai dari Lily Calfee

Written by
Sarajane Case

Berpegang pada Jadwal: Sebuah Esai dari Lily Calfee

Written by
Sarajane Case

Berpegang pada Jadwal: Sebuah Esai dari Lily Calfee

Written by
Sarajane Case

Dengan senang hati, saya memperkenalkan Anda kepada Lily Calfee dari Ideal Nourishment. Dia adalah jiwa yang bersemangat yang sangat berarti bagi saya dan kemajuan dalam pemeliharaan diri saya. Jika Anda pernah berjuang untuk merawat tubuh dan pikiran Anda dengan hati yang terbuka dan penyesuaian yang lembut, Anda benar-benar harus berbicara dengan Calfee secepatnya. Untuk saat ini, nikmati potongan tulisan indah ini tentang mempertahankan sebuah jadwal yang mendukung pemeliharaan diri Anda! Anda akan menyukainya!

Pertanyaan umum yang saya dapat dari para wirausahawan atau “pekerja lepas” adalah mengenai disiplin diri: Bagaimana saya berpegang pada jadwal? Saya ingin mengambil istirahat makan siang tetapi tidak istirahat makan siang selama dua jam ... Haruskah saya bekerja pada malam hari dan akhir pekan atau terpaku pada jam sembilan sampai jam lima?

Saya akan memberi tahu Anda sebuah tips: Ketika saya pertama kali mencari tahu bagaimana cara menjadi seorang wirausahawan, hal terbaik yang saya lakukan untuk diri saya sendiri adalah menetapkan jadwal tidur yang tetap bagi saya. Ketika saya memulainya, saya sangat tergoda untuk bekerja begadang (atau menonton film). Saya berkata pada diri sendiri, "Baiklah, saya akan mulai bekerja jam sebelas besok, dan bekerja sampai jam delapan malam."

Akhirnya, saya menyadari bahwa saya benar-benar melakukan pekerjaan terbaik saya di pagi hari. Hal ini menjadi jelas bahwa saya harus tidur lebih awal agar dapat bangun pagi, melakukan rutinitas pagi saya, dan mulai bekerja pukul sembilan pagi. Saya hanya memiliki waktu sekitar tiga atau empat jam dimana saya menjadi sangat fokus dan kreatif sebelum saya perlu beralih ke tugas-tugas seperti bersosialisasi dan bertemu dengan klien.

Sebuah trik yang saya temukan adalah bangun pada waktu yang sama setiap hari, tidak peduli jam berapa saya pergi tidur. Hal ini adalah perjuangan yang nyata untuk sementara waktu karena saya ingin bangun pada pukul 6:30 setiap pagi, tetapi pada beberapa malam saya tidur jam sepuluh dan pada malam yang lain saya tidur jam 11:30 - dan saya tidak pernah merasa tidur dengan nyenyak ketika saya bangun. Setelah satu minggu atau lebih bangun pada waktu yang sama setiap hari, saya mulai merasa lelah pada waktu yang sama setiap hari, dan akhirnya tubuh saya memiliki jadwal tidur yang cukup konsisten dari jam 10:30 malam sampai jam 7 pagi.

Perubahan penting lainnya yang saya buat adalah menciptakan rutinitas tidur. Sebagai seorang wirausahawan tunggal yang tinggal sendiri, saya sering kembali bekerja setelah makan malam dan menatap komputer saya sampai saat saya hampir tertidur. Jelas, hal ini tidak membuat tidur saya nyenyak.

Pada beberapa hari belakangan ini, saya membutuhkan waktu empat puluh lima menit sebelum saya tidur untuk membuat daftar pekerjaan saya untuk hari berikutnya, memakai piyama, mencuci muka, lalu berbaring di tempat tidur dan membaca. (Sebenarnya, saya sangat jarang membaca. Saya hanya membuka buku saya dan menatap paragraf yang sama sampai saya menyadari bahwa saya harus mematikan lampu sebelum saya tidur).

Mengambil waktu untuk bersantai sebelum saya tertidur telah menjadi berkah. Hal ini memungkinkan saya untuk bertransisi secara lebih mudah ke dalam ruang kepala yang tenang, dan saya tidak lagi memiliki impian yang sibuk, stres, dan cemas. Bahkan, saya baru-baru ini bermimpi tentang duduk di dermaga dan menatap matahari terbenam dengan dua teman lama. Mimpi itu terasa seperti berlangsung berjam-jam, tetapi sebenarnya tidak ada apa-apa yang benar-benar terjadi — itu hanyalah pengalaman yang hangat dan tentram.

Agar jadwal tidur saya konsisten, saya juga perlu memperhatikan konsumsi gula dan kafein saya. Saya mengidentifikasikan diri saya sebagai ahli kesehatan dan biasa mengatakan bahwa saya hidup dengan “gaya hidup rendah gula.” Namun, ketika saya melihat apa yang saya makan atau minum sepanjang hari, saya menyadari bahwa saya mengkonsumsi cukup banyak gula dan kafein untuk menemani saya melalui saat-saat yang membosankan.

Saya benar-benar menghentikan konsumsi gula sepenuhnya — kalkun dingin, dan bahkan buah — selama sekitar sembilan bulan, tidak pernah tidur lebih baik. Saya menyadari apa dampak gula darah saya pada pola tidur saya. Sehingga sekarang saya sangat memperhatikan apa yang saya makan dan minum, terutama ketika saya merasa mengantuk. Rasanya wajar untuk merasa lelah pada pukul dua atau tiga sore dan mengkonsumsi beberapa karbohidrat renyah atau sedikit kopi atau teh untuk membantu saya melewati waktu-waktu sebelum waktu bekerja usai. Saya menyadari bahwa saya sering mencari hiburan pada saat-saat itu dan jika saya lapar, saya sebenarnya membutuhkan protein dan lemak, bukan karbohidrat dan gula. Saya mulai mengemil wortel dan mentega almond, atau sepotong kecil dendeng, atau segenggam kenari. Praktik ini tidak hanya benar-benar memuaskan hasrat saya, tetapi juga membantu menjaga gula darah saya agar tetap seimbang.

Energi adalah kunci bagi siapa pun yang mulai bekerja di dunia freelance (pekerjaan lepas) atau kewirausahaan. Jika Anda tidak memiliki energi dan fokus yang konsisten, rencana Anda tidak akan terjadi. Jika Anda berjuang untuk mengikuti sebuah jadwal atau bangun di pagi hari, saya menyarankan Anda untuk memperhatikan rutinitas tidur dan gula darah Anda. Jika Anda ingin memiliki percakapan mendalam tentang makanan dan energi Anda, fokus, dan produktivitas, Anda dapat mencari saya di idealnourishment.com


Sumber : http://www.sarajanecase.com/blog/2017/1/24/for-sjc-jan-google-docs


Share