Berhenti Menunggu Pangeran Menawan karena Anda Bukan Putri Sejati

Written by
Sylvia Salow

Berhenti Menunggu Pangeran Menawan karena Anda Bukan Putri Sejati

Written by
Sylvia Salow

Berhenti Menunggu Pangeran Menawan karena Anda Bukan Putri Sejati

Written by
Sylvia Salow

Sebagai perempuan, kita telah diajarkan untuk mejadi gadis yang baik, patuh, rapi, dan tersenyum. Terkadang tak terucapkan, kita dibesarkan di lingkungan di mana kita harus diselamtkan oleh Pangeran Menawan.

Pikirkan tentang Sleeping Beauty atau Snow White yang menunggu untuk diselamatkan oleh pangerang. Ketika kita kecil, kita diam-diam ingin menjadi seperti mereka – cantik, polos, dan jatuh cinta. Setiap dari kita ingin menjadi Putri.

Kemudian, kita membaca di majalah bahwa kita harus mengenakan pakaian-pakaian khusus, menyisir rambut kita dengan cara tertentu, dan memainkan segala jenis permainan untuk menarik perhatian pria. Di sekolah menengah, sangatlah boleh untuk menjadi jahat – sebenarnya, itu dianggap sebagai kekuatan.

Dari film-film romantis, kita telah belajar bahwa kita harus menunggu Pria Tepat. Tidak masalah apakah dia sudah menjalin hubungan dengan orang lain, atau menipu kita, atau apakah dia perlu waktu untuk menyadari bahwa dia menginginkan kita.

Setiap film romantis berakhir dengan mendapatkan dia dan menjadi wanita seutuhnya untuk pertama kalinya dalam hidup. Tanpa dia, kita bukan siapa-siapa.

Dalam buku-buku romantis, kita membicara tentang rahasia atau tidak terlalu rahasia penderitaan wanita yang jatuh cinta pada pria yang nakal. Karakter utama yakin bahwa ini adalah “cinta dari kehidupannya” dan dia berharap untuk mengubah pria tersebut sampai dia meyadari bahwa dia juga mencintainya.

Saya tidak tahu apakah itu hanya saya saja, tetapi saya sudah cukup dengan manipulasi-manipulasi yang memberi tahu kita bahwa tidak ada yang lebih penting di seluruh dunia ini selain mendapatkan cinta seorang pria.

Di taman kanak-kanak, teman-teman perempuan iri dan cemburu padaku. Alasannya? Saya selalu memiliki rambut pirang panjang dan mata yang biru.

Fakta bahwa saya berulang kali dipilih untuk bermain sebagai SleepingBeauty dalam drama Natal tidak banyak membantu. Saya pikir itu akan menjadi lebih baik setelah naik ke sekolah dasar – tetapi, tidak juga.

Meskipun saya adalah yang termuda di kelas tanpa memiliki ide apa nomor dan huruf itu, Saya menjadi yang terbaik dalam membaca dan menghitung. Teman-teman sekelas saya memiliki hubungan cinta-benci dengan saya. Mereka tidak berani mengatakan apapun kepada saya, tetapi mereka diam-diam bergosip tentang saya.

Kemudian saya menjadi yang terbaik dalam olahraga dan berpartisipasi dalam banyak kompetisi. Di sekolah menengah ketika semua orang hilang, saya berpikir saya harus membatasi cahaya batin saja. Untuk beberapa, saya terlalu optimis dan bahagia. Bagi yang lain, saya terlalu cantik atau pintar.

Saya kemudian mulai melihat bahwa cahaya saya mengintimidasi orang lain. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk “terlihat normal” dan berpura-pura bahwa sama seperti teman sekelas saya lainnya untuk menghindari perhatian negatif ini.

Sekarang saya berusia 29 taun, dan saya masih melihat bahwa saya dapat mengintimidasi teman ataupun kolega saya. Saya masih bisa melihat rasa iri dan cemburu di antara para wanita. Apakah hal tersebut akan berhenti?

Saya rasa alasan mereka iri kepada saya adalah karena kita sebagai wanita telah menciptakan begitu banyak ilusi tentang apa artinya untuk menjadi seorang wanita.

Saya menyebutnya Sindrom Putri. Tanpa menyadarinya, kami telah diajarkan untuk iri pada gadis lain yang kita anggap sebagai Putri. Setiap wanita ingin berada di tengah perhatian dan menarik Pria Menawan untuk dapat “menyelamatkan” dia.

Saya melihat wanita diam-diam bersaing dengan wanita lain. Sangatlah cukup dengan berjalan menyusuri jalan dan mengamati bagaimana wanita saling memandang. Dengan perasaan kebencian dan iri hati yang tersembunyi.

Bagaimana jika apa yang membuat Putri cantik bukanlah dari penampilannya melainkan cahaya batinnya?

Ingin menjadi seorang putri (bahkan tanpa disadari) membuat Anda jauh dari impian Anda.

Pikirkan sejenak, ketika Anda percaya bahwa menjadi Putri yang diselamatkan oleh Pangeran Menawan dengan kuda putihnya adalah tujuan akhir dalam hidup, apa yang Anda lakukan? Terus menunggu. Dan sementara itu, tentu saja, mencoba untuk terlihat sebagai yang terbaik sehingga dia dapat memperhatikan dan memilih Anda begitu dia tiba.

Jika ada Putri lainnya, Anda akan merasa terancam oleh mereka, jadi Anda bersaing dengan mereka, iri pada mereka, dan bergosip tentang mereka.

Hidup dengan cara ini, Anda tidak akan pernah bisa memulai hidup seperti bahwa hidup Anda benar-benar penting. Anda merasa tidak terlengkapi tanpa dia, sehingga Anda tidak menciptakan kehidupan yang Anda inginkan. Anda mengatakan pada diri sendiri bahwa hal tersebut akan datang seketika dia menikahi Anda. Akan tetapi Anda memotong sebagian dari diri Anda dan menunda hidup Anda.

Apakah Anda tahu hal yang paling lucu dan paling menyedihkan? Dia tidak ingin Putri yang iri dengan Putri lainnya. Dia menginginkan wanita sejati yang menikmati dirinya dan hidunya, terlepas dari apakah pria tersebut sudah tiba atau belum.

Apa yang membuat Anda cantik adalah cahaya batin Anda. Ini adalah ketika Anda mengejar impian-impian Anda dan membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Ketika Anda menginginkan kebahagiaan yang sama pada wanita lain. Anda tidak akan takut lagi kepada mereka karena Anda tidak takut akan kekuatan batin Anda.

Ketika Anda fokus pada diri Anda sendiri, pertumbuhan batin Anda, dan mengembangkan hati Anda yang indah, maka keajaiban terjadi. Anda akan memiliki apa pun yang Anda inginkan oleh karena dengan demikian Anda sejajar dengan Alam Semesta.

Saya percaya inilah saatnya untuk menjatuhkan Sindrom Putri ini karena hal tersebut tidak melayani Anda. Itu hanya membuat Anda menunggui sesuatu yang sudah berada dalam diriAnda.

Sumber: https://thoughtcatalog.com/sylvia-salow/2017/09/stop-waiting-for-prince-charming-because-you-are-not-a-real-princess/

To work with us or join us please visit: Kingsmaker.co

Share